Jombang – Seiring perkembangan
zaman, digitalisasi turut merambah sektor perekonomian. Dengan menjamurnya e-commerce,
penggunaannya pembayaran digital melalui fitur QRIS juga turut meningkat
secara signifikan di Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam
konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta pada tahun 2024
menyatakan bahwa transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)
mengalami pertumbuhan pesat hingga menyentuh angka 226,54 persen dalam setahun
terakhir.
QRIS
sendiri merupakan standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran di
Indonesia. Metode pembayaran ini menawarkan keunggulan efisiensi, keamanan, dan
kemudahan dalam bertransaksi. Pembuatannya sendiri pun sangat mudah, pelaku
usaha dapat membuatnya secara mandiri dengan berbekal nomor telepon via
aplikasi GoPay Merchant.
Pada tanggal 16 Juni
2026, Mahasiswa KKNT IPB University yang ditempatkan di Jombang, Kecamatan
Kudu, Desa Kudubanjar, melaksanakan program kerja pertamanya yang berjudul “Sosialisasi
Digitalisasi UMKM Menggunakan QRIS” di Balai Desa Kudubanjar dengan
mendatangkan 22 pelaku UMKM dari keempat dusun yang ada. Sosialisasi ini
diadakan dengan tujuan mengedukasi dan memfasilitasi pelaku UMKM yang
berkeinginan mempelajari dan membuat QRIS.
Dalam pelaksanaannya,
mahasiswa selaku pemateri tidak hanya mendorong pelaku UMKM untuk membuat QRIS,
tetapi juga memberikan pengertian terkait transaksi yang aman dalam menanggapi
kekhawatiran akan penipuan yang ada di antara warga lanjut usia. Pemaparan
materi kemudian ditutup dengan pendampingan praktik pembuatan QRIS via GoPay
Merchant secara langsung hingga selesai dan siap digunakan. Dalam praktiknya,
19 dari 22 pelaku UMKM berhasil membuat QRIS dan siap diimplementasikan dalam
kegiatan transaksi di masa depan.