Posyandu Kudubanjar: Merawat Generasi, Menjaga Desa, dan Mewujudkan Masyarakat Sehat

Jombang – Di daerah yang jauh dari perkotaan, jauh dari kemewahan pelayanan kesehatan rumah sakit besar, di Desa Kudubanjar terdapat  sebuah Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/LKK) berdiri di garis terdepan menjadi pelayan kesehatan yang menjaga dan merawat setiap warga desa dari yang usia dini hingga lansia agar tetap sehat. Posyandu Kudubanjar dibentuk untuk mengemban tugas mulia itu untuk masyarakat Desa Kudubanjar.

Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu merupakan lembaga kesehatan yang menjadi wadah partisipasi masyarakat yang bertugas membantu Kepala Desa/Lurah dalam peningkatan pelayanan sosial dasar termasuk bidang kesehatan. Posyandu melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dibina oleh kelompok kerja (Pokja) Posyandu yang disahkan Kepala Daerah beranggotakan lintas sektor. Pelaksana Posyandu bidang kesehatan adalah kader yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah, dengan didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu).

            Salah satu upaya menjaga kesehatan masyarakat, Posyandu Desa Kudubanjar secara rutin menggelar kegiatan timbang berat badan, pengukuran tinggi badan, serta penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memantau tumbuh kembang masyarakat terutama anak usia balita dan ibu hamil guna memitigasi adanya risiko gangguan gizi di usia dini dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu penyuluhan dilaksanakan untuk menambah kesadaran masyarakat dan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan pada tingkat keluarga melalui pola hidup bersih dan sehat. Sehingga selain layanan pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

            Posyandu Desa Kudubanjar memiliki kemitraan kerja dengan Puskesmas Tapen Kudu dimana Posyandu Desa Kudubanjar berperan sebagai perpanjangan tangan layanan kesehatan dasar. Kerjasama kedua lembaga ini dilakukan dalam berbagai bentuk diantaranya layanan rujukan pasien, pencegahan stunting di usia dini, dan penyuluhan kesehatan. Posyandu biasanya memberikan rujukan ke Puskesmas ketika mendapati adanya balita yang terindikasi gejala stunting seperti berat badan yang mengalami penurunan dua hingga tiga kali ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selain menjadi tempat rujukan, Puskesmas Tapen Kudu juga memberikan bantuan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal kepada ibu hamil kekurangan energi kronis dan balita stunting melalui Posyandu Desa Kudubanjar. Program ini diharapkan menjadi sarana pencegahan masyarakat stunting di Desa Kudubanjar. Puskesmas juga rutin mengadakan penyuluhan dengan berbagai topik seperti mengenai penyakit diare, ispa, atau HIV, kegiatan penyuluhan ini dilakukan rutin setiap bulannya dengan Puskesmas sebagai penyedia pemateri berkualitas dan Posyandu yang menentukan lokasi penyuluhan berdasarkan kesesuai topik dan keadaan masyarakat Desa Kudubanjar.

             Selain mitra kerjasama bersama Puskesmas Tapen Kudu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, Posyandu Desa Kudubanjar juga melaksanakan program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang hadir langsung ke tangah-tengah masyarakat Desa Kudubanjar. Posyandu ILP merupakan bentuk Posyandu yang mengitegrasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dalam satu kegiatan. Dimulai dari tahun 2025, kegiatan ini dilakukan di setiap dusun di Desa Kudubanjar dengan tujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia.

            Dari beragam layanan kesehatan yang diberikan, didukung dengan kolaborasi bersama Puskemas Tapen Kudu, serta berbagai program dalam Posyandu ILP, menunjukkan bahwa Posyandu Desa Kudubanjar memiliki komitmen tinggi dalam hal pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Desa Kudubanjar. Tidak hanya sebagai pemantau tumbuh kembang balita, Posyandu juga menjadi ruang edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kesehatan untuk berbagai kelompok usia. Melalui usaha tersebut, Posyandu Desa Kudubanjar semakin mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam merawat generasi, menjaga kesehatan desa, dan mewujudkan masyarakat sehat, tangguh, dan berkualitas.